Selasa, 18 Januari 2011

Pentingnya Kecerdasan Emosional

KECERDASAN EMOSIONAL ENTREPRENEUR

Mengedepankan kecerdasan emosi kita dalam bisnis
itu adaIah hal yang mutlak.



Anda mulai panas? Anda pikir Anda sudah mempunyai apa yang diperlukan untuk menjadi seorang wiraswastawan? Anda sudah baca semua kisah sukses tentang orang lain dan itu membuat anda ”kepanasan”? Benar, pembaca, kalau itu terjadi, tiba saatnya untuk menjadi boss bagi diri Anda sendiri. Tapi, apakah Anda sudah siap meninggalkan pekerjaan yang bagus dan nyaman dengan gaji bulanan, kantor modern, sekretaris yang efisien, dan perasaan aman yang datang pada saat anda bekerja untuk sebuah organisasi yang mapan?
Seorang teman yang telah bertahun-tahun bekerja pada perusahaan penerbangan nasional terbesar, dengan ribuan staf, gaji jutaan, fasilitas lengkap, tiba-tiba saja memutuskan keluar dan berwirausaha. Kata-kata yang pertama diterimanya adalah,”Apakah kamu gila?”, ….”Kamu menghancurkan sebuah karir yang menjanjikan”…..dan caci maki lainnya. Belum lagi perasaan anak-istri, orangtua dan saudara lainnya yang tidak bisa berucap... Diperlukan keberanian besar untuk menulis surat pengunduran diri. Masih yakinkah Anda mempunyai segala sesuatu yang akan mengantarkan Anda menjadi seorang wiraswastawan sukses? Lalu apa yang akan Anda kerjakan? Peraturan pertama kewirausahaan, latihlah diri Anda untuk melihat kekosongan atau celah di pasar, lalu mengisinya.

Lihatlah sekeliling Anda. Lihatlah orang di jalanan, mereka yang duduk di belakang mesin jahit, pelayanan apa yang  akan dia berikan? Lihatlah wanita perempuan penjual sate ayam di dekat penginapan murah itu, mengapa ia pilih lokasi itu? Bagaimana dengan hotel baru di jalan utama itu, mengapa bisa begitu sukses? Bagaimana dengan orang yang bekerja di bagian komputer itu bisa sangat sukses dalam bisnis program perangkat lunaknya sendiri?

Ada satu jawaban singkat untuk semua pertanyaan ini: bisnis ini eksis karena ada yang membutuhkan mereka. Tidak peduli apakah Anda berusaha dengan paha ayam, rumah makan bagus atau website. Atau, apakah anda berbicara tentang putaran harian Rp100.000 atau Rp.100.000.000. Dari mulai Tanah Abang – Jakarta Pusat, Glodok – Jakarta Pusat, bahkan daerah Sawangan, Depok Privinsi jawa Barat, prinsipnya sama:
 Keberhasilan dalam bisnis
 Bekerja dengan prinsip
 Menemukan sebuah kekosongan
 Dan mengisinya!

Ketika dunia laki-laki digemparkan dengan ditemukannya pil biru Viagra yang sebenarnya adalah obat pemacu jantung, tapi kemudian jadi pemacu organ kejantanan pria, beberapa tahun lalu serentak seluruh dunia mempublikasikannya (ingat, Viagra tidak pernah beriklan di media manapun). Hasilnya, Viagra menjadi product of the year  dan menghasilkan miliaran dollar bagi penemunya.Kasus Viagra di dunia, rupanya memberikan inspirasi bagi Simon Jonathan. Setelah sebelumnya sukses melahirkan Extra Joss, yang menghasilkan ratusan miliar, kemudian muncullah Irex yang kurang lebih sama fungsinya dengan Viagra. Dengan tag line ”Kado Ulang Tahun Mama”, dan dikemas dengan iklan yang diperankan oleh laki-laki kurus kering dan loyo, tiba-tiba menjadi perkasa setelah meminum Irex, hasilnya, produk ini meledak di pasaran. Ya, mereka jeli melihat peluang, kekosongan dan mengisinya. Lalu mengapa bukan Anda  yang melakukan ini? Jika Anda yang pertama menawarkan kepada publik sesuatu yang dibutuhkan publik dan tidak didapatkan dari orang lain, atau jika Anda berhasil mengantisipasi sebuah kebutuhan di masa depan, Anda memiliki sebuah kesempatan bagus untuk menjadi kaya. Sampai saat adanya kompetisi, Anda akan memiliki semua pasar itu sendirian.

Sejarah memberikan banyak contoh wiraswastawan yang menjadi sukses dengan memenuhi atau mengantisipasi kebutuhan akan produk baru. Isaac Merit Singer memproduksi mesin jahit yang cocok untuk bekerja di ruang terbatas, bahkan di dalam kamar sekalipun. Henry Ford memakai metode jalur perakitan untuk memproduksi mobil yang bisa  dibeli orang biasa. George Eastman melihat kebutuhan akan kamera kecil yang bisa dibawa-bawa.  Ray Krock dari Mc Donald melihat potensi usaha waralaba makanan cepat saji.
Darimana datangnya gagasan-gagasan seperti itu? 
Ada tiga macam sumber gagasan.
Pertama, pekerjaan Anda. Pekerjaan yang sudah Anda kerjakan bisa menjadi sebuah potensi sumber gagasan, Karena disitulah naluri bisnis Anda sudah dikembangkan.
Kedua, hobi atau minat Anda di luar pekerjaan, karena itu adalah sebuah wilayah lain dimana Anda memiliki suatu perasaan alamiah.
Sumber ketiga, adalah apa yang sering disebut orang sebagai ”observasi pejalan kaki”, atau mengenali sebuah peluang melalui suatu perjumpaan biasa, atau suatu insiden dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Kalau Anda yang pertama, maka Anda tidak harus brilian. Nanti Anda akan  memiliki waktu untuk mengembangkan dan memperbaiki segala sesuatu yang pemah Anda lakukan. Tapi ketika yang lain mulai berkompetisi dengan Anda, maka Anda harus menjadi yang terbaik.


Bekerja Keras

Nasib seorang wiraswastawan tidak mudah. Anda harus bekerja keras. Namun, karena Anda  bekerja disebagian besar waktu Anda, pasti ada harga yang harus dibayar. Korban pertama adalah kehidupan sosial Anda. Waktu untuk keluarga, bahkan untuk bersenang-sengang tidak akan anda miliki pada masa-masa awal menjalankan bisnis anda.. Bisa-bisa ini menjadi sebuah kehidupan yang sunyi. Karena menjadi seorang wirausahawan juga adalah masalah daya tahan. Seperti mendung di musim hujan. Setelah hujan pun turun, langit akan menjadi cerah kembali.

Ada kompensasi. Semakin keras Anda bekerja, maka Anda akan semakin beruntung. Kami punya rekan, namanya Apiko Joko Mulyono. Dia, ”cuma” reporter di tabloid keluarga muslim, Fikri namanya. Sebagai employee — kalau mengikuti teori kuadran Robert T. Kiyosaki – berkat dorongan kami, dan ”keahlian interpersonalnya”,  berkomunikasi, ia kami desak menjadi jurnalis ”semi-bisnis” dalam arti, memfungsikan ketrampilan jurnalistik dan lobbynya untuk menulis soft advertorial. Meski awalnya agak ogah-ogahan, ia memula peran-peran semacam copywriter, penulis artikel soft advertorial di tabloidnya (maksudnya: rubrik bernuansa promotif, dengan dua macam kompensasi: penjualan langsung dalam jumlah minimal tertentu, atau semi-iklan). Bung Apiko, meskipun masih sayang profesi jurnalistiknya, mulai menjalankan tugas barunya.
Hasilnya? Luar biasa untuk reporter yang sepanjang empat tahunan bekerja, murni sebagai jurnalis. Apiko berhasil mencapai targetnya. Ia memang bekerja keras, dan agak mengorbankan waktunya untuk keluarga. Bukan itu saja. Ia ”tebal muka” dicibiri sebagai ”jurnalis matre” (materialis, Pen.), karena artikelnya kian selektif pada isu-isu yang ”bergizi” alias bisa menghasilkan ”penjualan langsung” ataupun ”semi advertorial”. Akibat lanjutnya, bisa ditebak. Dari ”main-main” jadi serius. Bossnya, pemimpin perusahaan tabloid Fikri, malah menargetkan jumlah tertentu perminggunya harus ia capai. target itu, tercapai, bahkan beberapa kali terlampaui. Apa yang ia kerjakan, semua orang di perusahaannya tahu. Meski pun berisiko dilecehkan, Apiko tahan banting. The show must go on. Apa yang dikerjakannya, menginspirasi unit bisnis lainnya di bawah payung holding yang sama.

”Syukur, istri saya sangat pengertian. Untuk kerja keras itu, saya bisa menabung dengan nilai yang lumayan dibanding rekan selevel saya. Saya bisa membeli sepeda motor secara tunai, dalam tahun kedua saya bekerja. Itu sesuatu yang tidak saya bayangkan sama sekali, bahwa saya mampu membelinya.” Itulah Apiko, yang karena masih sayang pada profesi jurnalistiknya, mengaku baru menggunakan belum separuh dari potensi enterprenership yang ada dalam dirinya.

”Seseorang yang bekerja 16 jam sehari akan sampai ke tempat yang ingin dicapainya dua kali lebih cepat daripada orang yang bekerja 8 jam sehari.” 
David Ogilvy


Ketekunan

Jaques Cousteau, penyelidik, penemu dan ahli lingkungan dalam sebuah wawancara dengan Eugene Grisham penulis buku Achievement Factors dalam sebuah wawancara di atas sebuah jet carteran menuju Atlanta, mengungkapkan pendapat menarik. Kami kutip untuk Anda.”Bagaimana Anda bisa mengerjakan semua itu?” Cousteau terdiam beberapa saat, lalu menjawab”Saya keras kepala – kalau saya punya suatu maksud di kepala saya…saya membuat daftar hal-hal untuk main-main: Amazon, Haiti, kapal Angina. Saya mencoba, dan saya tidak punya uangnya. Saya mencoba lagi, dan saya tidak dapat uangnya, dan setelah sepuluh tahun saya mendapatkannya.”Dengan bijaksana, dengan penuh tekat dan ketekunan, selalu mengejar apa yang ia inginkan, kadang cepat, kadang-kadang pelan, ia telah mengalami kemenangan-kemenangan. Pada tahun 1943, tabung oxygen (Aqualung) yang ia kembangkan dengan Emile Gagnan, memberi kesempatan petualangan di bawah air, membuka dunia di bawah air untuk berjuta-juta penyelam scuba. Lalu ia kembangkan keterampilan sebagai seorang ahli fotografi di bawah air, dan pada tahun 1956, ia menangkan Oscar  untuk The Silent World. Sembilan tahun kemudian ia sekali lagi memenangkan oscar untuk World Without Sun. Saat ini usianya 80-an. Dan kakek Cousteau masih bekerja, masih memeriksa hal-hal yang ia catat dalam daftarnya, menyusun daftar, lalu mengeksekusi satu persatu daftar targetnya.



Fokus

Logika ”focusing”, meminjam fenomena matahari. Mahakarya Tuhan ini, sumber energi yang amat kuat, yang setiap jamnya menyinari bumi dengan jutaan kilowatt energi. Siapa pun, bisa ”mandi matahari” berjam-jam dengan risiko yang ringan.Bagaimana dengan laser? Seberkas sinarnya, adalah energi lemah. Ia hanya membutuhkan beberapa kilowatt energi tetapi bisa difokuskan menjadi sebuah pancaran cahaya yang koheren. Dari seberkas cahaya laser, temuan ilmuwan bisa menggunakannya untuk dari memotong baja sampai mematikan sel kanker.

Beralih pada perbincangan sebuah usaha. Anda bisa menciptakan efek yang sama: sebuah kemampuan kuat laksana laser untuk mendominasi sebuah pasar. Itulah yang kami maksud sebagai ”tindakan memfokuskan”.
Ketika sebuah usaha menjadi tidak fokus, ia akan kehilangan kekuatannya. Usaha itu menjadi seperti matahari, menyebarkan energinya terlalu banyak produk, di pasar yang terlalu luas.

Konsentrasi, kemampuan untuk memberikan perhatian penuh kepada tugas yang dihadapi, dan dalam jangka panjang, berkonsentrasi pada suatu karier, merupakan satu  segi dari fokus. Tetapi bukan hanya itu. Segi lainnya, intensitas. Intensitas melibatkan kemampuan untuk menyalurkan sejumlah besar tenaga pada tugas yang dihadapi. Menjalankannya sebagai kebiasaan, akan meningkatkan karier Anda. Secara analog, fokus mempunyai pengaruh yang sama terhadap pekerjaan seseorang, bak lensa pembesar yang dipegang di atas sehelai kertas pada hari yang cerah. Memegang lensa dengan sudut yang tepat, membuat sinar-sinar berkonsentrasi pada satu titik, sanggup membakar kertas itu.
Prioritas, masuk dalam gagasan fokus. Jangan segan-segan mengubah dan menaruh yang paling penting sebagai nomor satu jika sesuatu yang tak terduga muncul. Bekerjalah atas dasar prioritas.


Tahukah Anda, apa rahasia
nomor satu sukses? Prioritas.
Helen Gurley Brown

Tentukanlah apa prioritas puncak dalam pekerjaan dengan berpikir secara cermat untuk apa perusahaan mempekerjakan Anda. Banyak orang membuat kesalahan dengan bekerja keras untuk tiap tugas yang mereka hadapi, tanpa atau dengan sedikit sekali memperhitungkan pentingnya tugas-tugas itu. Pada akhir hari, mereka akan sangat kelelahan, sambil memuji diri sendiri karena semua pekerjaan sudah diselesaikan. Sayangnya, ada saja yang tanpa sadar sudah membelakangkan pekerjaan penting (important) dan mendesak (urgent). Penting saja, mungkin bisa saja bukan di uturan teratas, tapi urgent, sesuatu yang terkait dengan deadline, yang tak bisa tidak, ia didahulukan atau sesuatu yang buruk menghadangnya.

Letakkanlah surat-surat, memo-memo dan peringatan-peringatan tentang semua tugas lainnya yang menunggu dalam map-map dengan tanda prioritas A, B, dan C.
Alan Lakein, Konsultan Manajemen Waktu

Membahas soal fokus, bisa kita mengutip pendapat Eugene Grisham dalam Achievement Factor, buku best seller dunia itu. Ia bercerita tentang faktor-faktor sukses hasil wawancara bertahun-tahun dengan tokoh-tokoh sukses dunia. Kesimpulan buku itu cuma satu: “Untuk sukses besar dalam suatu bidang, apapun bidangnya, dibutuhkan waktu setidaknya sepuluh tahun dengan tetap berfokus pada bidang tersebut.”
Kami yakin benar dengan kesimpulan buku itu. Kami punya bukti, seorang yang cukup kami kenal, sejak lulus SMA, hidup dari berdagang dan  tak pemah berpindah-pindah bidang usaha kecuali pada produk rumah tangga yang sangat digemari kaum ibu. Kenyataannya, tak sampai sepuluh tahun, ia sukses di bidang yang digelutinya. Itulah kekuatan fokus.

Bak air yang menetesi sebuah batu, setetes demi setetes; hari berganti hari, tahun berganti tahun, pada saatnya, kita akan terkaget-kaget melihat kenyataan bahwa batu tersebut telah menjadi cekung hanya karena tetesan air.

RUSIP

DIET VEGETARIAN DAPAT MEMENUHI NUTRISI PENTING YANG DIBUTUHKAN TUBUH???

Beberapa BTM yang diizinkzn dan yang tidak diizinkan

1.      Siklamat

Siklamat(C6H13NO3S)  merupakan serbuk halus berwarna putih, tidak hidroskopik, tidak berbau, rasa awal agak asin, kemudian terasa manis. Siklamt larut dalam air, alkohol dan aseton, agak sukar larut dalam CHCl3, dan rasa manis 30 kali lebih manis dari gula (Anonim6, 2010) yang dapat dilihat di tabel 2.

Tabel 2. Tingkat Kemanisan Relatif dari Berbagai Bahan Pemanis
Nama bahan pemanis
Kemanisan relative
Sukrosa (gula tebu)
Laktosa (gula susu)
Glukosa (gula darah)
Fruktosa (gula tebu)
Siklamat
Sakarin
Aspartame
Asesulfam K
100
16
74
173
3.500
50.000
20.000
20.000
Sumber: Anonim1, 2010(http://www.crayonpedia.org)

Dari segi strukturnya, siklamat merupakan garam kalsium atau natrium dari asam sikloheksansulfamat. Siklamat dapat disintesis dengan reaksi sulfonasi terhadap sikloheksilamin, baik oleh asam sulfamat maupun sulfurtrioksida. Siklamat tidak rusak jika mengalami pemanasan (Haniz, 2009).

Siklamat termasuk bahan tambahan makanan dalam kelompok pemanis buatan yaitu bahan tambahan makanan yang dapat menghasilkan rasa manis pada makanan dan tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. Menurut Joint FAO/WHO Expert Commitee on Food Additives (JECFA), siklamat merupakan bahan tambahan pangan yang aman dikonsumsi manusia dengan Acceptable Daily Intake (ADI) sebanyak 11,0 mg/kg berat badan (Suwahono1, 2009). CAC mengatur maksimum penggunaan siklamat pada berbagai produk pangan berkisar antara 100 mg/kg sampai dengan 2.000 mg/kg produk (SNI 01-6993-2004). Menurut Saputro (2007) dikutip dari Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/MenKes/Per/IX/1988, nilai ambang batas penggunaan siklamat yang aman pada orang normal adalah 200 mg/Kg berat badan/hari.

Siklamat merupakan pemanis sintetis non-kalori yang paling besar jumlahnya dikonsumsi di Indonesia. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, penggunaannya hanya diperbolehkan untuk pasien diabetes ataupun orang yang membutuhkan makanan berkalori rendah. Tetapi pada kenyataannya penggunaan siklamat semakin meluas pada berbagai kalangan dan beragam produk
(Farida, 1989).

Di Indonesia penggunaan siklamat untuk dikonsumsi telah diatur oleh Badan POM dalam Peraturan Teknis Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan dalam Produk Pangan (BPOM, 2004). Aturan ini membahas batas penggunaan maksimum siklamat untuk tiap katagori pangan dengan mendasarkan perhitungannya pada Acceptable Daily Intake (ADI). Sebagai lembaga yang berwenang dalam hal pengawasan obat dan makanan yang beredar dipasaran Indonesia, Badan POM  menegaskan pada setiap industri yang akan menggunakan siklamat sebagai pemanis pada produknya harus mencantumkan laporan hasil uji siklamat yang dilakukan oleh lembaga (Laboratorium pengujian) terakreditasi.

Penggunaan pemanis siklamat semakin diminati di berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan industri. Tingkat kemanisan serta harga yang ekonomis menjadi penyebab berbagai kalangan industri lebih tertarik menggunakan pemanis siklamat tersebut dibandingkan pemanis alami yang cenderung lebih mahal.

2.      Sakarin

Sakarin adalah zat pemanis buatan yang dibuat dari garam natrium dari asam sakarin berbentuk bubuk putih, tidak berbau dan sangat manis. Pemanis buatan ini mempunyai tingkat kemanisan 550 kali gula biasa (Suwahono2, 2009).
Penggunaan sakarin yang berlebihan dapat  menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia antara lain migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, kanker otak, kanker kantung kemih (Anonim1,2010). Pengujian terhadap pemanis sakarin ini digunakan untuk mengetahui apakah es balon yang sering dikonsumsi anak sekolah mengandung sakarin dalam kadar yang tidak berlebih atau bahkan bebas dari sakarin, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Pemakaian sakarin berdasarkan SNI 01-6993-2004 tentang Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan - Persyaratan Penggunaan, menyatakan bahwa pada makanan atau minuman olahan khusus yaitu berkalori rendah dan untuk penderita penyakit diabetes melitus kadar maksimum sakarin yang diperbolehkan adalah 300 mg/kg. JECFA menyatakan sakarin merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi orang normal dengan ADI sebanyak 5,0 mg/kg berat badan. Sejak bulan Desember 2000, FDA telah menghilangkan kewajiban pelabelan pada produk pangan yang mengandung sakarin, dan 100 negara telah mengijinkan penggunaannya. CAC mengatur maksimum penggunaan sakarin pada berbagai produk pangan berkisar antara 80 mg/kg sampai dengan 5.000 mg/kg produk.

Tabel 3. Batasan Penggunaan Bahan Pemanis pada Makanan dan Minuman
Nama bahan pemanis
Batasan Permenkes per kg bobot badan
Batasan ADI per kg makanan
Sakarin
Siklamat
Sorbitol
Aspartame
Acesulpame K
50 mg – 300 mg
500 mg – 3000 mg
5 g– 300 g
-
-
0 – 5 mg
0 – 50 mg
-
0 – 40 mg
0 – 9 mg
Sumber: Anonim1, 2010 (http://www.crayonpedia.org)

Harga sakarin paling murah dibanding dengan pemanis buatan lainnya. Sakarin dapat menghemat biaya produksi. Harga pemanis buatan jauh lebih murah dibandingkan dengan gula asli. Pemanis buatan hanya sedikit ditambahkan untuk memperoleh rasa manis yang kuat.

3.      Rhodamin B
Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetik berbentuk Kristal tidak berbau, berwarna merah keunguan, dalam bentuk larutan berwarna merah terang berflourensi. Nama lain rhodamin B adalah tetra ethil rhodamin, rheoninine B, D, dan C Red No.19, C.I. basic violet 10, C.I. No. 45179 (Anonim5, 2010).
 

Rhodamin B digunakan untuk bahan pewarna kertas, tekstil dan sebagai reagensia untuk pengujian Antimont, Cobalt, Bismuth dan lain-lain. Rhodamin B yang digunakan untuk pewarna makanan melanggar Peraturan Menteri Kesehatan No.239/Menkes/Per/V/85 tentang zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya. Penggunaan yang salah dari Rhodamin B sangat berbahaya bagi kesehatan. Dampak negatif dari Rodamin B dalam waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan fungsi hati / kanker hati (Anonim5, 2010). Sehingga pewarna Rhadamin B tidak diperbolehkan untuk digunakan untuk campuran produk pangan.

Selain 3 pengujian tersebut, pada sampel Jajanan Anak Sekolah (JAS) juga dilakukan pengujian lain seperti uji pewarna sintetik dalam makanan, identifikasi formaldehid dalam makanan, dan uji boraks pada sampel mie kering (kode sampel 2/JAS dan 3/JAS).

4.      Pewarna Sintetik
Pewarna makanan (Colouring food) adalah tambahan makanan yang dapat mempengaruhi atau memperbaiki dan memberi warna pada makanan sehingga makanan tersebut lebih menarik untuk dilihat. Bahan pewarna pada makanan dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1.      Pewarna alami seperti anato, kantaxantin, caramel, karmin, klorofil, karotenoid pada umumnya aman dan tidak menimbulkan efek samping bagi tubuh.
2.      Pewarna sintetik yang diperbolehkan antara lain eritrosin, carmoisine, tartrazine, sunset yellow, poncoceau 4R dan lainnya, sedangkan pewarna sintetik yang tidak diperbolahkan adalah methanyl yellow, rhodamin B, orange G, poncoeau SX, poncoeau 3R, dan lainnya (Anonim3, 2008).

Batas Maksimun Penggunaan pewarna sintetik yang dizinkan seperti Poncoceau 4R : 300mg/Kg bahan makanan, tartrazine, brilliant blue dan sunset yellow : 100mg/Kg bahan makanan (Decky, 2010).

Kelebihan pewarna buatan dibanding pewarna alami adalah dapat menghasilkan warna yang lebih kuat dan stabil meski jumlah pewarna yang digunakan hanya sedikit. Warna yang dihasilkan dari pewarna buatan akan tetap cerah meskipun sudah mengalami proses pengolahan dan pemanasan, sedangkan pewarna alami mudah mengalami degradasi atau pemudaran pada saat diolah dan disimpan. Beberapa zat pewarna dilarang digunakan karena penggunaanya tidak tepat untuk dikonsumsi oleh manusia, apabila dikonsumsi dapat membahayakan kesehatan manusia (Anonim3, 2008).

5.      Formalin
Formalin adalah larutan formaldehida dalam air, dengan kadar antara 10%-40% Penggunaan formalin salah apabila digunakan untuk pengawet pada makanan. Beberapa contoh produk yang sering diketahui mengandung formalin misalnya:
1.      Ikan segar : Ikan basah yang berwarna putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua (bukan merah segar), awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk.
2.      Ayam potong : Ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk.
3.      Mie basah : Mie basah yang awet sampai beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin.
4.      Tahu : Tahu yang bentuknya sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur awet beberapa hari dan tidak mudah basi (Anonim4, 2010).
Formalin merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga, dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. Formalin memiliki bau yang sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol. Dalam tubuh manusia, formaldehida dikonversi menjadi asam format yang meningkatkan keasaman darah, tarikan nafas menjadi pendek dan sering, hipotermia, juga koma, atau sampai kepada kematiannya (Kurnain, 2009).

6.      Boraks
Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih, tidak berbau, pH 9,5,  mudah larut dalam air, tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol. Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya. Boraks biasanya bersifat racun bagi sel-sel tubuh, berbahaya bagi susunan saraf, ginjal dan hati (Kurnain, 2009).

Borak direaksikan dengan Asam Sulfat pada temperatur 800C dan tekanan 1 atm menghasilkan produk yang berupa Asam Borat. Reaksi yang terjadi :
Na2B4O7 .10 H2O + H2SO4 4 H3BO3 + Na2SO4 +5H2O
(Anonim1, 2010).

Penyuluhan tentang bahaya penggunaan boraks kepada masyarakat terutama pedagang makanan sangat diperlukan supaya para pedagang mengetahui dampak atau bahaya dari boraks dan mereka mempunyai kesadaran untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya bagi produk makanan yang diproduksi karena boraks termasuk jenis BTM yang tidak diizinkzn. Sehingga produk makanan yang dijual adalah makanan yang aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat.

(dari berbagai sumber)